CITA: APBN 2017 Aman

Secara terpisah, Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) Yustinus Prastowo mengungkapkan, meskipun nilai tebusan program amnesti pajak tahun ini tidak sesignifikan pada 2016, hal itu tidak akan memengaruhi APBN 2017. Soalnya, perhitungan semua target tebusan program amnesti pajak dimasukkan dalam APBN-P 2016, bukan karena praktik ‘bayar di muka’ atau ‘ijon’.

“Nilai tebusan amnesti pajak memang akan turun pada 2017. Tapi itu sudah tidak berpengaruh kepada APBN (2017 karena semua memang dimasukkan di target 2016. Shortfall amat bergantung kemampuan DJP menindaklanjuti harta tax amnesty,” ujar dia.

Ihwal ‘ijon pajak’ yang sebelumnya sempat dipraktikkan dalam pembayaran pajak, Yustinus mengemukakan, hal itu tidak akan terjadi lagi. Soalnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memiliki komitmen tinggi untuk tidak melakukannya.

“Komitmen menkeu jelas. Jadi, saya kira hal ini tidak layak diteruskan lagi. Sistem ‘ijon’ secara aturan tidak melanggar, tapi sebaiknya tidak dilakukan karena semu,” tandas dia.

Meski perolehan tebusan amnesti pajak tidak banyak diperhitungkan dalam APBN 2017, kata Yustinus, pemerintah harus melakukan berbagai upaya yang optimal agar shortfall pajak 2017 tidak terlalu besar seperti tahun lalu.

“Jika tidak ada effort yang optimal, bisa jadi shortfall akan sama dengan tahun lalu,” ujar dia.

Terhadap pelaksanaan program amnesti pajak peridoe III yang tinggal menyisakan waktu sekitar tiga minggu, menurut Yustinus, DJP harus mengoptimalkan pemakaian data akurat untuk mendorong WP ikut amnesti pajak. “Sosialisasikan juga bahwa ini kesempatan terakhir dan akan ada penegakan hukum yang keras,” tegas dia. (ns/lm/az)

Sumber: Beritasatu.com, 9 Maret 2017

Artikel Terkait

Terpopuler