Terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) Terhadap Salah Satu Pejabat Pajak

FacebookTwitterWhatsAppLineGoogle+

CITA | 22 November 2016

Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA)

Siaran Pers – 22 November 2016

Terkait dengan adanya informasi Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap salah satu pejabat pajak oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), kami menyampaikan hal-hal sebagai berikut.

  1. Kami mengapresiasi langkah KPK dan Kemenkeu yang berkoordinasi dengan baik dalam rangka melakukan pembersihan institusi Kemenkeu dan Ditjen Pajak dari praktik-praktik menyimpang. Diharapkan segera ada penjelasan yang terang-benderang dan proses hukum yang tegas, adil, dan dihukum berat demi efek jera bagi seluruh pejabat dan penyelenggara negara di Indonesia.
  2. Kami prihatin, terpukul, dan amat menyayangkan terjadinya hal ini, di tengah upaya Pemerintah melaksanakan program amnesti pajak yang cukup berhasil mendapatkan dukungan dan kepercayaan publik. Perbuatan ini juga menodai ikhtiar Reformasi Perpajakan yang sedang dijalankan dan menjadi komitmen Presiden dan Menteri Keuangan untuk dituntaskan.
  3. Terjadinya praktik menyimpang di episentrum Ditjen Pajak merupakan peringatan dini bagi pentingnya upaya memperkuat komitmen pada integritas, akuntabilitas, dan profesionalitas. Hal yang sebenarnya sudah dibangun dan menjadi bagian tata kelola Ditjen Pajak. Perlu segera dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan internal, manajemen kepegawaian yang menyangkut pola dan proses rekrutmen, mutasi, dan promosi, distribusi tugas dan fungsi, identifikasi jabatan strategis dan rawan penyimpangan, serta kecakapan etis para pejabat dan penyelenggara negara.
  4. Tindakan ini tidak hanya mengkhianati kepercayaan publik dan menodai agenda Reformasi Pajak, melainkan juga meruntuhkan moral ribuan pegawai pajak yang telah dan tetap berkomitmen menjaga integritas, menjadi pegawai yang kompeten, profesional, dan berdedikasi tinggi. Untuk itu, kami mengharapkan publik dapat jernih menyikapi dan menilai peristiwa ini sebagai tindakan individual yang terpisah dari visi, misi, kebijakan, dan komitmen organisasi. Nila setitik biarlah tetap menjadi satu noktah noda tanpa perlu merusak susu sebelanga.
  5. Presiden, Menteri Keuangan, dan Dirjen Pajak segera mengambil langkah-langkah cepat, tepat, dan tegas antara lain merumuskan agenda dan peta jalan Reformasi Pajak yang menyeluruh, mencakup kebijakan pajak, regulasi pajak, dan administrasi pajak – terutama pembenahan manajemen sumber daya manusia. Segera pisahkan ilalang dari gandum, rumput dari padi, loyang dari emas – agar martabat Ditjen Pajak sebagai institusi penting bagi Indonesia dijaga dan terselamatkan.
  6. Kami menaruh harapan, kepercayaan, dan ingin berbagi empati dengan mayoritas pegawai pajak yang setia membawa obor perubahan untuk tetap memegang teguh integritas dan profesionalitas, merapatkan barisan, melipatgandakan kinerja terbaik, dan tetap bersemangat memberikan pelayanan bagi masyarakat dan negara. Karya dan pengabdian Anda akan menjadi jawaban dan pembuktian terbaik bagi publik.

Demikian disampaikan untuk dapat dibantu disebarluaskan dengan harapan publik mendapatkan informasi yang benar dan proporsional. Kami tetap percaya pada institusi Ditjen Pajak yang tetap dan terus berkomitmen pada perbaikan demi kebaikan publik.

Salam hangat,

Yustinus Prastowo

Baca juga:

Di Balik Fakta Tiga Aparat Pajak Ditangkap KPK 

 

Artikel Terkait

Terpopuler

More in Siaran Pers
Presiden, Waspadai Agenda Reformasi Pajak Palsu!
Tantangan Singapura, Batu Uji Menuju Sejahtera yang Paripurna
Pulanglah, Ibu Pertiwi memanggilmu!
Close